Minggu, 04 Januari 2009
Puisi
Apa yang dimaksud dengan indah?
Seperti apa rasanya?
Bagaimana bentuknya?
Seperti apa rupanya?
Malam yang indah
Bulan purnama yang bersinar terang
Langit yang penuh bintang
Suara hewan-hewan malam yang merdu
Bukankah itu merupakan malam yang indah?
Pantai yang indah
Pasir yang putih
Ombak yang berkejar-kejaran
Angin yang berhempus pelan
Pohon-pohon kelapa yang melambai
Bukankah itu pantai yang indah?
Tapi..
Apakah indah jika hanya dinikmati sendiri?
Tanpa keluarga menemani
Tanpa teman disisi
Dan mungkin kekasih sebagai tempat berbagi
Indah adalah
ketika kita berada dengan orang yang berarti bagi kita
Orang-orang yang kita sayangi
Sabtu, 03 Januari 2009
Feature pertama saya
PERJUANGAN MENUNTUT ILMU DI DAERAH ORANG
Jauh dari keluarga dan tinggal sendiri di kota orang adalah salah satu ujian yang harus dihadapi dalam menuntut ilmu. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya dalam belajar dan menuntut ilmu.
Hendra adalah mahasiswa baru yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat ini dia kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII). Jurusan yang dia pilih adalah teknik informatika. Dia mengambil jurusan itu sesuai dengan minatnya akan teknologi informatika yang sudah ada sejak masih duduk di bangku SMA.”Waktu masih SMA saya sering main games komputer, lama-lama jadi tertarik untuk bisa membuat game sendiri.” katanya
Dia datang ke Jogja sendirian. Tanpa ada sanak famili yang tinggal di Jogja, bahkan dia tidak memiliki saudara yang tinggal di pulau Jawa. Hal tersebut tentu saja membuatnya merasa kesepian. Khususnya pada awal-awal tinggal di Jogja. Tapi saat yang membuatnya merasa sangat kesepian adalah ketika satu atau dua minggu ketika akan kembali ke Banjarmasin untuk pulang karena libur hari Raya Idul Fitri. “ Saat itu rasa kangennya sudah ga tertahankan lagi.” kata Hendra.
Sarana yang dia biasanya gunakan untuk mengurangi rasa rindu dengan keluarga adalah dengan menggunakan telepon. “klo kangen biasanya tinggal nelpon aja, satu atau dua hari sekali biasaya nelpon keluarga disana, klo ga sempet nelpon paling ga sms.” katanya. Untuk mengurangi pengeluaran pulsa, dia memakai hp CDMA untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Selain itu dia juga memakai hp GSM juga. Jadi dia bisa memilih mana yang lebih hemat untuk digunakan.
Hal yang membuat dia mau menjalani hidup jauh dari keluarga adalah karena ingin menuntut ilmu di Universitas yang berkualitas.” Kualitas universitas di Jogjakarta lebih baik dari pada di Banjarmasin dan kualitas jurusan yang saya minati di Banjarmasin kurang dibandingkan dengan disini.” Hendra menjelasakan alasannya memilih kuliah di Jogja. Dia yakin dengan ilmu yang akan diperoleh di Universitas yang baik, akan membuatnya mudah dalam mencari pekerjaan nantinya.
Rintangan yang harus dihadapi Hendra tidak hanya rasa rindu dengan keluarga. Proses adapatasi dengan daerah baru yang asing baginya pun harus dia lakukan dengan sukses agar dia bisa bertahan bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk hidup di daerah orang dan hal tersebut bukan masalah yang ringan untuk bisa dilalui. Dia harus bisa menyesuaikan dengan budaya yang baru dan tata tertib yang beda juga.
Proses adaptasi yang dia lakukan tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan keadaan alam yang berbeda. Suhu Jogja yang dingin berbeda dengan suhu di Banjarmasin yang panas. Sehingga dia merasa kesulitan menghadapi suhu yang dingin tersebut. ”Satu bulan disini saya mandi harus pakai air hangat, kalau tidak saya ga bisa mandi.” katanya menjelaskan yang menunjukkan kesulitan dirinya dengan suhu yang dingin di Jogja.
Hal lain yang tidak bisa dilupakan adalah soal makanan. Sebagai anak kos biasanya orang makan di warung-warung atau angkringan-angkringan dekat dengan kos, begitu juga dengan Hendra. Tapi yang menjadi masalah bagi dia adalah beda jenis nasi yang ada di Jogja dengan nasi di daerah asalnya. “Nasi di Jawa pulen-pulen, ga seperti nasi Banjar.” katanya. Dia perlu waktu satu bulan agar bisa terbiasa dengan nasi di Jogja.
Hendra sempat bermasalah dengan tempat tinggal atau kos sebelumnya. Hingga saat ini dia sudah dua kali pindah kos. Kos pertamanya berada di jalan kaliurang km. 8. kemudian dia memutuskan untuk pindah ke tempat lain di jalan kaliurang km. 15, selain karena sewa kos yang mahal di tempat sebelumnya juga karena tempat yang baru lebih dekat dengan kampusnya. Di tempatnya sekarang dia menyewa rumah bersama dengan dua orang temannya. “Biar lebih aman dan nyaman.” katanya soal kontrakan yang berisi dia dan dua orang temanya yang juga berasal dari Banjarmasin.
Hendra juga sempat mengalami kesulitan ketika di kampus. Pada awalnya dia belum terbiasa dengan sistem belajar di universitas yang beda dibadingkan dengan sistem belajar di SMA. Sistem belajar di kampus yang lebih bebas menuntutnya untuk bisa menyusun jadwal kegiatannya agar tidak tabrakan dengan jadwal lain di luar kegiatan belajar di kampus. “Waktu SMA kan kalau catat wajib, sedangkan klo kuliah di kampus ga harus nyatat.” Katanya tentang hal berbeda yang dia rasakan.
Saat ini dia sudah mulai terbiasa dengan keadaanya lingkungannya, baik lingkungan sekitar maupun dengan lingkungan kampus. Dia berharap semuanya akan terus berjalan baik-baik saja.